Page 730 - Form Naskah Buku
P. 730

Akan tetapi,  kata seperti di-et memiliki dua suku kata karena huruf i dan e-nya
          dibunyikan secara terpisah.
          Ada  beberapa  contoh  kata-kata  panjang  berikut  yang  dipisah-pisahkan
          berdasarkan suku katanya, misalnya:

          Bi-o-chem-ist-ry (5 suku kata)
          Can-tank-er-ous (4 suku kata)
          In-cred-i-ble (4 suku kata)
          In-des-truc-ti-ble (5 suku kata)
          Un-pre-med-it-at-ed (6 suku kata - 7 suku kata jika ditambahkan ly)

          Suku  kata  hanya  mengacu  pada  bunyi.  Ada  tiga  contoh  berikut  akan
          membuktikan pernyataan ini:
          1.  Berapa  suku  kata  yang  terdapat  pada  ious.  Ada  tiga  bunyi  dan  ou  jelas
              mempunyai  bunyi  diftong,  sehingga  sebagian  besar  kita  akan
              menganggapnya  memiliki  dua  suku  kata.  Tetapi,  jika  kita  mendengarkan
              seseorang  yang  mengucapkan  kata  pretentious,  kata  tersebut  akan
              diucapkan menjadi “pre-ten-shus”, terdiri dari tiga suku kata, satu suku kata
              untuk ious. Kata pretentious, ada juga yang menganggapnya empat suku
              kata dengan lafal “pre-ten-shi-us”. Begitu juga conscientious, banyak orang
              yang menganggapnya sebagai kata yang memiliki lima suku kata, sebagian
              orang melafalkannya menjadi tiga suku kata “con-shen-shus”:
          2  Ada akhiran ed yang diberikan pada verb untuk menunjukkan tense lampau,
              mempunyai  fungsi  gramatika  yang  sama,  tetapi  kadang-kadang  akhiran
              tersebut  dianggap  satu  suku  kata  dan  kadang-kadang  tidak.  Pada  kata
              tertentu seperti walked, fixed, dan hampered akhiran ed ini tidak dianggap
              satu suku kata: Kata tersebut tetap berbunyi satu suku kata (pada dua kata
              pertama) atau dua suku kata (pada kata ketiga), misalnya kata attempted,
              diverted, dan protected akhiran ed ini memiliki bunyi satu suku kata, yang
              mengubah kata bersuku kata dua menjadi kata dengan tiga suku kata.
          3.  Kata comparable: Kata ini adalah kata yang mempunyai dua kemungkinan
              pelafalan,  setiap  pelafalan  memiliki  jumlah  suku  kata  yang  berbeda.
              Pelafalan normal yang “benar” adalah “com-pra-ble” (tiga suku kata). Tetapi
              belakangan  ini “com-pa-ra-ble” (empat suku kata) telah menjadi pelafalan
              yang lazim dan diterima secara luas.

          Morfem:
          Morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara
          relatif  stabil  dan  tidak  dapat  dibagi  atas  bagian  bermakna  yang  lebih  kecil.
          Dengan kata lain, morfem sebagai satuan gramatika terkecil atau unit sintaktis,
          morfem memiliki satu ciri: morfem tidak bisa dibagi menjadi unit yang lebih kecil.

          Morfem bersuku kata tunggal, merupakan kata utuh  ataupun bukan: the, see,
          pre, -dom (seperti pada kata kingdom), tetapi, karena tidak ada kepastian apakah
          morfem  bisa  menjadi  kata  utuh  atau  tidak,  maka  tidak  ada  panjang  normal
          morfem.  Misalnya,  kata  pendek,  died,  terdiri  dari  dua  morfem  "verb  die  dan
          akhiran d ).


          730             Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.
   725   726   727   728   729   730   731   732   733   734   735