Page 724 - Form Naskah Buku
P. 724
hexameter
Seven: “sept, hept (a)”, misalnya:
septet
septuple
septuagenarian
heptagon
heptarchy.
• Ada sebagian pembentukan kata baru menggunakan proper noun.
Dalam hal ini, kapitalnya diawali dengan tanda hubung, misalnya:
Sekumpulan pelukis yang menyatakan kembali ke gaya seni sebelum
zaman Raphael yang dikenal dengan Pre-Raphael Brotherhood. Juga
digunakan pada istilah gerakan seni seperti post-modernism.
Tetapi munculkan prefix “Pre” sebelum huruf kapital pada Pre-Raphael
Brotherhood adalah suatu aturan, bukan persoalan selera, yang akan
menarik perhatian pada kata yang baru muncul tersebut. Jadi, istilah
seperti anti-Peelite memerlukan tanda hubung, begitu juga kata baru
yang kita munculkan seperti: pro-United atau pre-OU.
• Penggunaan prefix “ex”. Tanpa tanda hubung ex- berarti “keluar” atau
“dari”, misalnya:
exile (membuang, mengasingkan)
exterior (bagian luar)
exhale (mengeluarkan)
Jika digunakan dengan tanda hubung ia mempunyai makna khusus
“mantan” dan bisa disandingkan pada kata apa pun yang kita inginkan,
misalnya:
ex- goalkeeper (mantan kiper)
ex-teacher (mantan guru)
ex-ambassador (mantan duta besar)
ex-husband (mantan suami), dll.
• Tanda hubung lazimnya digunakan untuk memisahkan vokal yang
terdapat pada prefix dengan vokal yang sama dari kata dasarnya,
misalnya:
pre-eminent ((sangat) unggul)
re-entry (masuk (nya) kembali)
co-operate (bekerja sama)
• Prefix “en dan in”: Sebagai prefix keduanya bermakna in (di dalam), in
lebih sering digunakan, misalnya:
ensure (memastikan)
insure (mengasuransikan)
724 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

