Page 994 - Form Naskah Buku
P. 994
• Would you open the window?
Tolong buka jendela itu?
• Would you please close the door?
Tolong tutupkan pintu itu?
• Would you close the door, please?
Maukah kamu menutup pintu itu?
• He would sit for hours without speaking.
Dia biasa duduk berjam-jam tanpa berbicara.
(kebiasaan yang dilakukan di waktu lampau)
• When he was young, his father would tell him stories.
Ketika dia muda, ayahnya suka bercerita tentang kisahnya.
(kebiasaan yang dilakukan di waktu lampau)
• Would that I were rich.
Andaikan saya seorang kaya.
10. Ought (sebaiknya, seharusnya, harus, pasti)
• We ought to go now.
Kita sebaiknya pergi sekarang.
• It ought to be done.
Hal itu seharusnya dilakukan.
• They ought to do it.
Mereka seharusnya melakukannya.
• We ought to go.
Kita seharusnya pergi.
• They ought to know better.
Mereka harus mengetahui lebih baik.
• Roland ought to have helped his elder brother.
Roland seharunya menolong abangnya.
(kalimat ini berarti bahwa dia tidak menolong abangnya,
walaupun itu merupakan tugasnya)
• We ought to love our neighbours.
Kita harus mengasihi tetangga kita.
• Ought we to wait for them any longer?
Haruskah kita menunggu mereka lebih lama lagi?
• You ought to win.
Kamu pasti menang.
11. “Be” digunakan untuk membentuk kalimat pasif dan future
continuous tense.
Rumus: Be + Past Participle
Be + Present Participle
Berikut beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:
• The telex can be understood.
Teleks itu dapat dimengerti.
• We shall be meeting them some time.
Kami akan menjumpai mereka suatu waktu.
994 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

