Page 278 - Form Naskah Buku
P. 278
c. Jika bentuk singular noun berakhiran huruf “-us” maka bentuk plural noun-
nya diubah menjadi akhiran “-i”, misalnya:
Singular noun Plural noun Arti
alumnus alumni lulusan laki-laki
bacillus bacilli basil
focus foci titik api
fungus fungi jamur
genius genii orang yang sangat
pintar
locus loci tempat
radius radii jari-jari
terminus termini ujung penghabisan
Kecuali bentuk-bentuk di bawah ini:
Singular noun Plural noun Arti
corpus corpora kumpulan
genus genera jenis
apparatus apparatus apparat
d. Jika bentuk singular noun berakhiran huruf “-ex” atau “-ix”, maka bentuk
plural noun-nya diubah menjadi akhiran “-ices”, mislnya:
Singular noun Plural noun Arti
codex codices naskah kuno
apex apices puncak
appendix appendices tambahan
index indices daftar kata-kata
matrix matrices matris
vortex vortices pusaran
Catatan:
Berdasarkan penjelasan mengenai pembentukan plural bahasa Latin
tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa cara
pembentukan plural bahasa Latin:
1. Kata-kata benda Latin yang berakhiran huruf –a, pembentukan
jamaknya dengan mengubah –a menjadi –ae, atau singular noun
berakhiran dengan huruf “-a”, maka bentuk plural noun-nya ditambah
dengan akhiran “-e”
2. Kata-kata benda yang berakhiran –us pembentukan jamaknya dengan
mengubah –us menjadi –i.
3. Kata-kata benda yang berakhiran –um pembentukan jamaknya dengan
mengubah –um menjadi –a.
4. Kata-kata benda yang berakhiran huruf –x, pembentukan jamaknya
dengan mengubah –x menjadi –ices atau –ces, atau jika bentuk
singular noun berakhiran huruf “-ex” atau “-ix”, maka bentuk plural
noun-nya diubah menjadi akhiran “-ices”,
278 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

