Page 273 - Form Naskah Buku
P. 273
Catatan:
“Would rather” juga dapat bermakna lebih suka, selain ingin, misalnya:
Faktanya:
The books are expensive.
Buku-buku itu mahal.
Subjunctive “if only”
I woud rather the books weren’t expensive.
Saya ingin buku-buku itu tidak mahal/Saya lebih suka buku-buku itu tidak
mahal.
4. Subjunctive “as if atau as though”
Dalam menyatakan fakta yang tidak nyata atau tidak benar,
ketidakmungkinan atau keraguan di waktu sekarang, dapat digunakan
bentuk subjunctive “as if atau as though”, yang artinya seolah-olah atau
seakan-akan. As if dan as though tidak ada perbedaan arti. Keduanya
mempunyai arti yang sama.
Rumus pola kalimat yang digunakan adalah:
As if/as though + subject + simple past tense
As if/as though + subject + past perfect tense
Beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:
Fakta yang sebenarnya As if atau as though
1. He wasn’t drunk. 1. He walked as if/as though he had
Dia tidak mabuk. been drunk.
Dia berjalan seolah-olah dia
2. She is not a child . mabuk.
Dia bukan anak-anak. 2. She talked as if/as though she
were a child.
Dia berbicara seolah-olah dia
anak-anak.
3. He isn’t a real teacher. 3. He acts as if/as though he were
Dia bukan seorang guru yang a real teacher.
sebenarnya. Dia berplilaku seolah-olah dia
seorang guru yang sebenarnya.
4. Andre isn’t rich man. 4. Andre behaves as if/as though
Andre bukan anak orang kaya. he were a rich man.
Andre berlagak seolah-olah dia
seorang anak kaya.
COMPLETE ENGLISH GRAMMAR 273

