Page 390 - Form Naskah Buku
P. 390
Jika terdapat a atau an diikuti dengan ordinal number, a atau an
diterjemahkan dengan seper, dan ordinal number diterjemahkan seperti
cardinal number, bukan dengan bilangan urutan., misalnya:
1/3 = a third (sepertiga)
1/4 = a fourth/a quarter (seperempat)
1/5 = a fifth (seperlima)
1/6 = a sixth (sepernam)
1/7 = a seventh (sepertujuh)
1/8 = an eight (seperdelapan)
1/10 = a tenth (sepersepuluh)
Ada istilah khusus untuk pecahan tertentu seperti setengah (a half),
perempat (quarter), seperempat (a quarter), tiga perempat (three quarters).
Dan ada kata over yang memisahkan dua kesatuan bilangan diterjemahkan
juga dengan per, misalnya:
72/82 = Seventy two over eighty two
(Tujuh puluh dua per delapan puluh dua)
218/828 = Two hundred and eighteen over eight hundred and twenty
eight.
(Dua ratus delapan belas per delapan ratus dua puluh delapan).
4. Desimal (Decimal)
Dalam hal decimal di sini, angka pecahan desimal dibaca dengan angka
terpisah dengan menggunakan kata point untuk membaca lambang titik (.).
Dalam bahasa Inggris, pecahan desimal tidak menggunakan koma (,) seperti
dalam bahasa Indonesia. Jadi kata point diterjemahkan dengan kata koma,
begitu pula lambang (.) diterjemahkan dengan lambang (,), misalnya:
0.5 = nough point five (nol koma lima)
= zero point five
= oh point five
0.7 = nought point seven (nol koma tujuh)
= zero point seven
= oh point seven
0.4 = zero point four (nol koma empat)
= nough point four
0.04 = zero point zero four (nol koma nol empat)
= nough point nough four
= oh point oh four
(angka nol (0) sebelum titik dibaca “zero/nough/oh”. Teteapi
angka nol (0) yang dibaca “oh” tidak resmi).
0.5 = zero point five (setengah)
0.11 = nough point one-one (double one) (nol koma satu satu)
0.222 = nough point triple two (nol koma dua dua
dua)
0.01 = nough point oh one (nol koma nol satu)
0.007 = nough point double oh seven (nol koma nol nol nol
tujuh)
1.5 = one point five (satu koma lima)
390 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

