Page 270 - Form Naskah Buku
P. 270
BAB SUBJUNCTIVE-1
11 (Bentuk Pengandaian-1)
Subjunctive adalah bentuk pengandaian yang menggunakan “wish, if only, would
rather, as if, atau as though” yang digunakan untuk mengekspresikan keinginan,
niat, atau sesuatu yang mungkin belum tentu akan terjadi. Jika dilihat dari sisi
bentuk kata kerja dan kegunaannya, maka subjunctive adalah suatu bentuk
kata kerja untuk mengungkapkan kebutuhan, saran, harapan, atau pengandaian
yang berbeda dengan fakta.
1. Subjunctive “wish”
Kata kerja “wish” menyatakan keadaan yang berlawanan dengan fakta, maka
kata “wish” dapat diikuti oleh subjunctive mood, yaitu:
1. Jika faktanya menggunakan simple present tense maka subjunctive
menggunakan simple past tense.
2. Jika faktanya menggunakan simple past tense, maka subjunctive
menggunakan past perfect tense.
3. Jika subjunctive berbentuk kalimat positif, maka faktanya berbentuk
kalimat negatif. Begitupula sebaliknya.
Rumus pola kalimat yang digunakan adalah:
Wish + subject + simple past tense
Wish + subject + past perfect tense
Beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:
Fakta yang sebenarnya Wish
1. The books are expensive. 1. I wish the books weren’t
Buku-buku itu mahal. expensive/I wish they weren’t
expensive.
Saya berharap buku-buku itu
tidak mahal.
2. I cannot help her. 2. I wish I could help her.
Saya tidak bisa membantu dia. Saya berharap saya dapat
membantu dia.
270 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

