Page 271 - Form Naskah Buku
P. 271
3. She didn’t visit to you. 3. She wishes she had visited to
Dia tidak mengunjungimu. you.
Dia ingin dia sudah
mengunjungimu.
4. Tom doesn’t live in the city. 4. I wish Tom lived in the city.
Dia tidak tinggal di kota. Saya berharap Tom tinggal di
kota.
2. Subjunctive “if only”
Penggunaan “if only” sama dengan penggunaan “wish”, if only menyatakan
keadaan yang berlawanan dengan fakta, maka harus diikuti oleh subjunctive
mood, yaitu:
1. Jika faktanya menggunakan simple present tense maka subjunctive
menggunakan simple past tense.
2. Jika faktanya menggunakan simple past tense, maka subjunctive
menggunakan past perfect tense.
3. Jika subjunctive berbentuk kalimat positif, maka faktanya berbentuk
kalimat negatif. Begitupula sebaliknya.
Rumus pola kalimat yang digunakan adalah:
If only + subject + simple past tense
If only + subject + past perfect tense
Beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:
Fakta yang sebenarnya If only
1. The books are expensive. 1. If only the books weren’t
Buku-buku itu mahal. expensive/If only they weren’t
expensive.
Saya ingin buku-buku itu tidak
mahal.
2. I cannot help her. 2. If only I could help her.
Saya tidak bisa membantu dia. Saya ingin saya dapat
membantu dia.
3. She didn’t visit to you.
Dia tidak mengunjungimu. 3. If only she had visited to you.
Saya ingin dia sudah
4. Tom doesn’t live in the city. mengunjungimu.
Dia tidak tinggal di kota. 4. If only Tom lived in the city.
Saya ingin Tom tinggal di kota.
COMPLETE ENGLISH GRAMMAR 271

