Page 272 - Form Naskah Buku
P. 272
Catatan:
“If only” juga dapat bermakna kalau saja, selain saya ingin, misalnya:
Faktanya:
The books are expensive.
Buku-buku itu mahal.
Subjunctive “if only”
If only the books weren’t expensive.
Saya ingin buku-buku itu tidak mahal/Kalau saja buku-buku itu tidak mahal.
3. Subjunctive “would rather”
Penggunaan “would rather” sama dengan penggunaan “wish dan if only”,
menyatakan keadaan yang berlawanan dengan fakta, maka harus diikuti
oleh subjunctive mood, yaitu:
1. Jika faktanya menggunakan simple present tense maka subjunctive
menggunakan simple past tense.
2. Jika faktanya menggunakan simple past tense, maka subjunctive
menggunakan past perfect tense.
3. Jika subjunctive berbentuk kalimat positif, maka faktanya berbentuk
kalimat negatif. Begitupula sebaliknya.
Rumus pola kalimat yang digunakan adalah:
Would rather + subject + simple past tense
Would rather + subject + past perfect tense
Beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:
Fakta yang sebenarnya Would rather
1. The books are expensive. 1. I would rather the books weren’t
Buku-buku itu mahal. expensive/If only they weren’t
expensive.
Saya ingin buku-buku itu tidak
mahal.
2. I cannot help her. 2. I would rather I could help her.
Saya tidak bisa membantu dia. Saya ingin saya dapat
membantu dia.
3. She didn’t visit to you. 3. I would rather she had visited to
Dia tidak mengunjungimu. you.
Saya ingin ingin dia sudah
mengunjungimu.
4. Tom doesn’t live in the city. 4. I would rather Tom lived in the
Dia tidak tinggal di kota. city.
Saya ingin Tom tinggal di kota.
272 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

