Page 678 - Form Naskah Buku
P. 678
2. Kalimat dengan if
Inversion digunakan untuk kalimat pengandaian.
• Were I you, Iwould hit him = (If I were you,...)
Seandainya saya adalah Anda, saya akan bunuh dia.
• Should you go to Mataram, please drop by to my hous = (If you go to
Mataram...)
Seandainya Anda pergi ke Mataram, silakan mampir ke rumah saya.
• Had I known what was going to happen, I would never have let him alone
= (If I had known...)
Seandainya saya tahu apa yang akan terjadi, saya tidak akan pernah
meninggalkannya sendirian.
Catatan:
Jadi dapat disimpulkan bahwa beberapa kalimat di bawah ini mempunyai arti
yang sama.
• Had I known… = If I had known…
Seandainya saya tahu.
• Were I you… = If I were you…
Seandainya saya adalah Anda.
• Should you go to Mataram… = If you go to Mataram…
Seandainya Anda pergi ke Mataram.
3. Setelah as
Inversion digunakan dalam gaya bahasa setelah as untuk tujuan
perbandingan.
• I travelled a great deal, as did most of his friends.
Saya sering bepergian, seperti halnya sebagian besar teman dia.
4. Setelah nor, neither dan so
Inversion digunakan untuk bentuk ellipsis setelah kata nor, neither, so.
Ellipsis adalah pembuangan kata atau kata-kata memenuhi bentuk kalimat
berdasarkan tata bahasa. Ellipsis juga berarti tanda pengganti.
• “I don't like her.” – “Nor do I.”
"Saya tidak suka dia." – "Aku juga tidak."
• “My brother never touches the cloth.” – “Neither does mine.”
''Saudara laki-lakiku tidak pernah menyentuh kain itu.”– “Begitu juga
punyaku.”
• “My father's ill this week.” – “So is my brother.”
"Bapakku sakit minggu ini.”– “Begitu juga saudara laki-lakiku.”
• I can't speak English, nor can I.
Saya tidak bisa berbahasa Inggris, aku juga tidak bisa.
• My father doesn 't like smoking, neither do I.
Ayah saya tidak suka merokok, saya juga tidak.
• I will help you to achieve your success, so will my family.
Saya akan membantu Anda untuk mencapai kesuksesan Anda, begitu
juga keluarga saya.
678 Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.

