Page 978 - Form Naskah Buku
P. 978

Salah satu dari beberapa contoh di atas dapat dijelaskan, misalnya;
                     frase  “how  to  solve  question”  (bagaimana  caranya  memecahkan
                     pertanyaan ini) berfungsi sebagai obyek dari kata kerja know.

                 2.  Infinitive dengan "too" dan "enough":
                     •   He is too polite to say no to anyone.
                        Dia terlalu sopan mengatakan tidak pada siapa saja.
                     •   You are too large-hearted to mind such things.
                        Kamu terlalu murah hati memperhatikan hal-hal demikian.
                     •   He is big enough to go out alone.
                        Dia sudah cukup dewasa untuk keluar sendirian.
                     •   You were kind enough to show us the way to the library.
                        Kamu  cukup  baik  mau  menunjukkan  pada  kami  jalan  ke
                        perpustakaan itu.

                     Infinitif  dalam  kalimat-kalimat  tersebut  di  atas  memberi  sifat  pada
                     frase  “too  +  adjective  atau  adjective  +  enough”,  misalnya;  pada
                     kalimat pertama to say memberi sifat pada frase “too polite”. Karena
                     itu, infinitif, di sini berfungsi sebagai adverbial phrases (frase kata
                     keterangan).

                 3.  Infinitive dengan "it" sebagai subyek
                     Infinitive  yang  digunakan  sebagai  subjek  kalimat  dapat  ditulis
                     dengan menggunakan it sebagai subjek kosong (tanpa arti).

                     Infinitive sebagai subyek
                     •   Never to admit defeat is my motto.
                        Tak pernah mengaku kalah adalah mottoku.
                     •   To err is human.
                        Berbuat salah itu sifat manusia (manusiawi).
                     •   To be your student has been my greatest desire.
                        Menjadi mahasiswa Anda sudah menjadi keinginan saya yang
                        paling besar.
                     •   To preach is easy.
                        Menasihati itu gampang.
                     •   To speak lie him has been my ambition.
                        Berpidato seperti dia telah menjadi ambisi saya.

                     Infinitive dengan “it”
                     •   It is my motto never to admit defeat.
                        Mottoku tak pernah mengaku kalah.
                     •   It is human to err.
                        Sifat manusia itu berbuat salah.
                     •   It has been my greatest desire to be your student.
                        Telah menjadi keinginan saya yang paling besar untuk menjadi
                        mahasiswa Anda.


          978             Dr. H. Pauzan, S.Pd, S.IPI, M.Hum, M.Pd.
   973   974   975   976   977   978   979   980   981   982   983